· Pada saat melakukan suatu aktivitas, otot, tulang,
dan sendi akan bekerjasama-sama, prinsip kerja ketiganya seperti pengungkit, di
mana tulang sebagai lengan, sendi sebagai titik tumpu, dan kontraksi atau
relaksasi otot memberikan gaya untuk menggerakkan bagian tubuh. Sifat kerja
otot manusia terbagi menjadi 2 yaitu antagonis dan sinergis. Antagonis
merupakan kerja otot yang kontraksinya menimbulkan efek gerak berlawanan
seperti ekstensor-fleksor, abduktor-adduktor, depressor-elavator,
supinator-pronator. Sedangkan sinergis yaitu kerja otot yang kontraksinya
menimbulkan gerak searah seperti pronator teres dan pronator kuadratus (Waluyo
dkk., 2016).
· Pada gerak otot bisep dan trisep untuk memindahkan
atau mengangkat beban adalah menggunakan prinsip kerja pengungkit golongan
pertama 1 yaitu pengungkit yang memiliki susunan letak titik tumpunya berada
diantara titik tanggap gaya (titik kuasa) dan titik beban. Titik tumpu (tempat
bertumpunya pengungkit pada penyangga) berada pada sendi engsel, titik kuasa
berada di bahu, dan untuk titik beban adalah terletak di tangan.
· Contoh lainnya ketika posisi kaki berjinjit. Ketika
posisi kaki berjinjit titik tumpunya adalah ujung jari kaki, bebannya adalah
tubuh dan kuasa atua gayanya adalah gaya otot betis. Prinsip kerja pengungkit
ada titik tumpuh, beban da kuasa atau gaya. Pengungkit atau tuas termasuk jenis
pesawat sederhana.
· Pada saat manusia melakukan aktivitas, manusia
selalu berupaya untuk melakukannya dengan usaha dan daya yang sekecil-kecilnya.
Oleh karena itu, manusia menggunakan pesawat sederhana untuk membantu melakukan
aktivitasnya, nah jenis pesawat sederhana yang sesuai sistem gerak manusia
adalah tuas. Kerja dipermudah, artinya energi yang dikeluarkan lebih sedikit
(Chaniago, 2022).
Gambar Keterkaitan Sistem Gerak dengan Prinsip Tuas
Ø Tuas jenis pertama
Seperti yang diketahui, tuas pertama memiliki titik
tumpu yang terletak antara titik kuasa dan titik beban. Lalu hubungannya dengan
sistem gerak manusia adalah ketika kepala mengadah ke atas, ketika kepala
menengadah, otot-otot leher berperan sebagai kuasa (memberikan gaya),
tulang-tulang pada wajah berperan sebagai beban, dan persendian antara
tengkorak dan tulang belakang berperan sebagai titik tumpu.
Ø Tuas jenis kedua
Tuas
jenis kedua, tuas ini memiliki titik beban yang terletak di antara titik tumpu
dan titik kuasa, lalu untuk hubungannya dengan sistem gerak manusia adalah
seperti yang Minco sebut di atas, ketika seseorang berjinjit.
Ø Tuas jenis ketiga
Terkahir
tuas jenis ketiga, tuas ini titiknya terletak di antara titik tumpu dan titik
beban. Lalu berikut hubungannya dengan sistem gerak manusia adalah ketika
gerakan mengangkat beban dengan tangan, ketika tangan mengangkat beban, otot
bisep berperan sebagai kuasa yang memberikan gaya kepada tulang lengan bawah,
benda di tangan berperan sebagai beban, dan persendian pada siku berperan
sebagai titik tumpu.
Sumber video youtube:
https://youtu.be/4RaotOnFrHE?si=njSI7Yqi8olDAXlJ


0 Comments